News ScienceScience

Apakah Astronot Butuh Sunblock di Luar Angkasa?

TechDaily.id – Ketika Neil Armstrong mengunjungi bulan, ia mengenakan helm transparan berbentuk gelembung yang dilengkapi dengan pelindung yang dapat dinaikkan atau diturunkan sesuka hati.

Visor terdalam dan gelembung itu sendiri terbuat dari pelindung polikarbonat, sebuah bahan yang membantu melindungi Armstrong dari radiasi ultraviolet (UV) dosis tinggi.

Seperti sinar cahaya yang terlihat, sinar UV adalah gelombang elektromagnetik yang dilepaskan oleh matahari kita. Paparan moderat pada beberapa gelombang itu bisa membuat tubuh lebih baik.

Kontak dengan sinar ultraviolet B (UV-B), misalnya, mendorong kulit manusia untuk memproduksi vitamin D3. Tetapi ketika kita menyerap terlalu banyak radiasi ini, DNA bisa rusak dan tidak dapat diperbaiki, membuka pintu bagi kanker kulit. Dan tentu saja, kita semua akrab dengan sengatan matahari, efek samping potensial lain dari paparan UV yang berlebihan.

Dilansir dari Science (26/3), selain UV-B, ada dua kategori radiasi UV besar lainnya yakni ultraviolet A (UV-A) dan ultraviolet C (UV-C). Setiap jenis bergerak pada panjang gelombang yang berbeda, dengan UV-A menjadi yang terpanjang sedangkan sinar UV-C dianggap sangat berbahaya bagi manusia. Maka, kita sangat beruntung memiliki lapisan ozon yang m enyerap hampir semua sinar UV-C – dan sebagian besar sinar UV-B – yang memasuki atmosfer bumi.

Namun, bulan tidak memiliki banyak atmosfer, jadi permukaannya dipenuhi radiasi ultraviolet. Sementara itu, sunscreen menawarkan kepada kita beberapa ukuran pertahanan terhadap sinar UV yang melewati penghalang ozon. So, apakah astronot memerlukan sunscreen ketika mereka ke bulan?

Dengan begitu banyaknya radiasi UV tanpa filter, Anda mungkin berpikir bahwa astronot yang mengunjungi bulan akan pulang dengan sengatan matahari yang mengerikan. Tetapi itu tidak terjadi pada Armstrong dan teman-temannya. Pakaian luar angkasa  dibuat dengan kain tebal yang menghalangi sinar UV.

Pakaian itu juga dilengkapi dengan helm tembus pandang. Untuk helm ini, desainer menggunakan polycarbonate yang menstabilkan ultraviolet, plastik ultra-tangguh yang melindungi wajah para astronot dari radiasi UV.

Risiko tertular sengatan matahari juga menurun ketika para astronot berada di dalam pesawat ruang angkasa. Misalnya, di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), para astronot secara teratur melakukan pekerjaan mereka hanya dengan kemeja dan celana katun biasa. Untuk melindunginya dari sengatan matahari, ISS menggunakan jendela UV-blocking, seperti halnya kebanyakan kapal eksplorasi ruang angkasa lainnya.

BACA JUGA
Intip Bocoran Spesifikasi Huawei Mate 30 Pro
Tags

Arie

Humoris, Humanis dan Fantastis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close