News Science

Ular Piton Terbakar di Kalimantan Belum Seberapa Ketimbang Ular Raksasa Ini

Ular piton besar yang mati terbakar di hutan Kalimantan menjadi perbincangan warganet saat ini.

TechDaily.id – Ular piton besar yang mati terbakar di hutan Kalimantan menjadi perbincangan warganet saat ini. Namun perlu diketahui, ular jumbo itu belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ukuran ular purba raksasa bernama Titanoboa cerrjonensis.

Menurut laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, hewan dari zaman purba ini tercatat sebagai ular terbesar yang pernah ditemukan sepanjang sejarah.
Pasalnya, panjang Titanoboa bisa mencapai 13 meter, atau hampir setara dengan panjang sebuah bus. Sedangkan bobotnya bisa tembus 1.135 kg atau 1 ton lebih.
Lantas, coba bandingkan dengan anakonda hijau, ular terberat dunia saat ini yang beratnya ‘hanya’ sekitar 250 kilogram. Sedangkan spesies piton terpanjang di dunia saat ini, cuma 10 meter saja.
Sebagai informasi, fosil Titanoboa ditemukan pada tahun 2009 di sebuah tambang batu bara di kawasan Cerrejon, Kolombia, oleh sekelompok ilmuwan.
“Lebarnya bisa sampai ke pinggul manusia,” kata P David Polly dari Indiana University yang masuk dalam tim penelitiannya kala itu.
“Mungkin seperti anakonda, ia menghabiskan banyak waktu di air. Ia perlu banyak makan. Mangsa apa tepatnya kami tidak tahu. Namun mungkin termasuk aligator, ikan besar atau buaya,” imbuh David.
Para peneliti berpendapat, hewan ini diperkirakan hidup sekitar 58 – 60 juta tahun lalu di hutan tropis Kolombia, hidup berdampingan dengan bintang purba lainnya, seperti buaya dan kura-kura besar.
Terkait mangsa Titanboa, para peneliti memperkirakan bahwa buaya yang menjadi santapan ular raksasa ini. Pendapat ini paling logis karena Titanboa akan kesulitan memakan kura-kura karena cangkangnya yang keras.
Hewan purba ini berdarah dingin, sehingga temperatur panas di Bumi pada masa itu memungkinkan ular memiliki tubuh jauh lebih besar dibandingkan masa modern. Temperatur di habitatnya diperkirakan mencapai 32 derajat Celcius, atau lebih tinggi rata-rata suhu masa sekarang yang 28 derajat Celcius.
Menurut teori yang dikemukakan sejumlah ilmuwan, ular yang hidup di iklim tropis memiliki metabolisme yang jauh lebih tinggi sehingga berpeluang untuk tumbuh menjadi hewan raksasa.
BACA JUGA
Teknologi AI Kini Bisa Pindai Wajah Dari Suara
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close