EnterpriseNews Enterprise

Dell Technologies: 80% Pemimpin Bisnis di Indonesia Sambut Baik Konsep Bermitra dengan Mesin/robot.

aporan The Future of Jobs 2018 yang diterbitkan World Economic Forum menemukan bahwa di 2018, rata-rata 71% total waktu bekerja dilakukan oleh manusia, dibandingkan dengan 29% oleh mesin

Dell Technologies (NYSE:DELL) baru-baru ini menerbitkan laporan berjudul ’Masa Depan Dunia Kerja (Future of Work). Laporan yang merupakan hasil kerja sama dengan kelompok peneliti masa depan independen, Institute for the Future (IFTF), menelaah bagaimana kehadiran berbagai teknologi baru akan membentuk lingkungan kerja dalam sepuluh tahun ke depan dengan semakin meningkatnya kemitraan antara manusia dan mesin.

Kecerdasan Buatan (AI), Realitas Tertambah (XR) dan Internet of Things (IoT) terus mendukung gelombang inovasi berkelanjutan dan disrupsi yang dihasilkan terhadap model-model bisnis tradisional. Semua kemajuan teknologi ini adalah kekuatan mutlak yang akan berdampak pada masa depan dunia kerja, yang akan mendukung lingkungan kerja yang lebih inklusif dan seimbang di tahun 2030. Laporan The Future of Jobs 2018 yang diterbitkan World Economic Forum menemukan bahwa di 2018, rata-rata 71% total waktu bekerja dilakukan oleh manusia, dibandingkan dengan 29% oleh mesin. Pada tahun 2022, WEF memperkirakan rata-rata persentase tersebut akan berubah menjadi 58% pekerjaan dilakukan oleh manusia dan 42% oleh mesin.

Laporan The Future of Work dari Dell Technologies, yang diterbitkan bekerja sama dengan IFTF, berbagi wawasan tentang bagaimana kolaborasi AIinterface multimoda, realitas tertambah (XR), dan teknologi penyebaran buku besarakan bersinggungan dengan kekuatan sosial dan ekonomi yang terus berkembang untuk membentuk cara kita mempersiapkan diri, menemukan dan bekerja di tahun 2030. Laporan tersebut juga menyoroti tiga perubahan yang bisa membantu membentuk lingkungan kerja yang lebih inklusif dan memuaskan selama satu dekade ke depan:

  • Perubahan 1: Tenaga Kerja Inklusif – Kemitraan antara manusia dan mesin akan menciptakan kesetaraan di tempat kerja yang lebih baik dimana kandidat dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka, bukan berdasarkan gender, umur atau tingkatan sosial. 62% pemimpin bisnis di Indonesia berharap penggunaan berbagai teknologi baru bisa menciptakan kesetaraan kesempatan dengan menghilangkan faktor bias manusia dalam proses pengambilan keputusan (Global: 67%).
  • Perubahan 2: Pemberdayaan Tenaga Kerja – Dengan teknologi baru yang imersif seperti XR, kolaborasi antar karyawan akan bisa mempercepat pemberdayakan para pekerja. Sebanyak 89% pemimpin bisnis di Indonesia berencana untuk menggunakan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja mereka (Global: 86%)
  • Perubahan 3: Kecakapan AI – Kemampuan Manusia tidak akan tergantikan oleh AI, sebaliknya justru akan saling melengkapi dan meningkatkan kemampuan manusia. Pemahaman mendalam tentang AI serta sistem kemitraan antara manusia dan mesin akan membuka potensi manusia dan menciptakan pekerja-pekerja AI terampil. Hal tersebut akan memungkinkan para pekerja menggunakan keterampilan mereka untuk mengelola alur kerja dan menyelesaikan berbagai tugas. 80% pemimpin bisnis di Indonesia menyambut baik konsep kemitraan manusia dengan mesin/robot. (Global: 70%)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close