Smartphone

Review Samsung Galaxy A50s, Pengganti Setimpal Galaxy A50

Lantas, seberapa akurat klaim tersebut? Untuk mengujinya, simak dulu review Samsung Galaxy A50s berikut ini.

TechDaily.id – Beberpa tahun terakhir, Samsung kian menyelaraskan diri dengan gaya para pesaing mereka dari Tiongkok. Mereka mulai rajin meluncurkan smartphone baru ke Indonesia, terlebih dalam lini smartphone murah mereka.

Contohnya adalah Galaxy A50, yang baru diluncurkan pada Maret lalu kini sudah memiliki penggantinya. Ya, tepat pada 11 September lalu, produsen smartphone asal Negeri Ginseng ini meluncurkan A50s, yang didapuk lebih baik dari pendahulunya.

Lantas, seberapa akurat klaim tersebut? Untuk mengujinya, simak dulu review Samsung Galaxy A50s berikut ini.

Desain

Review Samsung Galaxy A50s kita mulai dengan membahas desain. Samsung Galaxy A50s cenderung memiliki desain yang mirip dengan pendahulunya, setidaknya itu yang pertama kali TechDaily pikirkan saat melihat smartphone tersebut dari dekat.

Tapi pada kenyataannya, ada perubahan di bagian desain back cover dari perangkat ini, yang memiliki aura kekinian yang lebih kental.

Mereka merubah desain sebelumnya, yakni prism design menjadi holographic. Menarik bukan? Bagi millenial mungkin menarik.

Layar

Selain dari desain, dimensi dan layar dari perangkat ini masih sama. Mengusung layar 6,4 inci, ukuran ponsel ini terbilang tepat. Apalagi dibalut dengan teknologi Super AMOLED beresolusi HD+ 1080 x 2340 pixel, adalah perpaduan yang apik.

Menonton konten pun cukup memuaskan. Karena memiliki layar Super AMOLED, warna yang dihasilkan sangat baik, terutama warna hitam yang sangat pekat.

Hal ini membuat TechDaily sangat menikmati film thriller atau horor, karena semua kengerian terbalut dalam warna hitam pekat. Adapun kekurangannya, layar masih belum mendukung HDR.

Selain itu, fitur unggulan Samsung seperti pemindaian sidik jari di bawah layar masih ada di A50s. Jika dibandingkan, kedua pemindai sidik jari baik di A50 dan A50s memiliki kecepatan dan keakuratan yang sama.

BACA JUGA
Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

Kamera

Peningkatan yang paling terlihat di Samsung Galaxy A50s adalah di bagian kamera. A50s memiliki kamera utama sebesar 48MP dengan aperture  f/2.0, sedangkan A50 memiliki kamera utama 25MP dengan aperture f/1.7. Peningkatan ini hampir dua kali lipatnya ketimbang sang pendahulu.

Sedangkan dua kamera lain tetap menggunakan sensor 5MP (f/2.2) dan sensor ultra-wide 8MP (f/2.2).

Untuk bagian kamera utama, harus diakui ponsel ini menawarkan detail yang didapatkan sangat baik. Detail yang diambil sangat bagus. Begitu juga dengan hasil foto malam, yang tidak terlalu menunjukkan banyak noise.

Fitur Live Focus dari perangkat ini juga sangat menjanjikan. Bokehnya rapi, namun tetap mempertahankan detail dan warna yang sangat baik.

Beralih ke kamera depan, perusahaan asal Korea Selatan tersebut juga melakukan peningkatan. Mereka menyematkan kamera selfie 32MP dengan aperture f/2.0, sementara pendahulunya memiliki kamera 25MP dengan aperture f/2.0.

Hasil gambar yang didapatkan pun kembali mendapatkan peningkatan. Ketajaman dan warna yang dihasilkan sangat baik. Begitu juga dengan hasil foto dalam keadaan gelap yang sangat baik dan memiliki noise yang cukup rendah.

Penempatan kamera depan juga tak berubah, masih di tengah layar. Seperti sebelumnya, penempatan kamera di A50s ini tidak terlalu mengganggu pengalaman menikmati konten atau bermain game.

Untuk menyimak hasil foto Samsung Galaxy A50s, TechViewers bisa melihatnya di bawah ini:

Selain itu, tidak ada perubahan lain yang diperkenalkan oleh Samsung di A50s. Tapi, ada satu fitur dari sisi software yang paling menarik perhatian. Mereka akhirnya menyematkan fitur Super Steady dalam perekaman video.

BACA JUGA
Resmi Meluncur Di Pasaran, Samsung Galaxy A80 Punya Harga Mahal?

Sebelumnya, TechDaily sudah pernah merasakan fitur ini di smartphone flagship mereka, yakni Galaxy S10 Plus. Jika dibandingkan, keduanya bisa dibilang memiliki kestabilan yang sama. Tapi, ada beberapa limitasi yang diberikan oleh Samsung di A50s.

Saat menggunakan fitur Super Steady, hasil maksimal kamera hanya dapat merekam dalam resolusi full HD 1080p di 30fps. Namun, saat saya menggunakan perekaman video biasa, A50s dapat merekam video di resolusi 4K 30fps.

Performa

Peningkatan lain adalah di bagian performa. A50s menggunakan prosesor Exynos 9611, sedangkan A50 menggunakan Exynos 9610. Samsung mengklaim, akan ada peningkatan performa sebesar 10 persen.

Saat melakukan pengetesan, A50s dapat menghasilkan skor 5888 dalam pengujian PCMark. Sedangkan untuk 3DMark, smartphone ini memiliki skor 1381 di Sling Shot Extreme, 1425 di Sling Shot Extreme Unlimited, dan 1411 di Sling Shot Extreme Vulcan.

Smartphone ini juga memiliki skor 1528 di Sling Shot dan 1595 Sling Shot unlimited. Terakhir, dalam pengujian AnTuTu, A50s dapat memiliki skor 151233.

Game

Peningkatan lain ada di bagian AI Gaming Booster. Fitur ini diklaim dapat mengenali kebiasaan pengguna saat bermain game, kemudian menyesuaikan frame rate-nya.

Saat dipakai untuk memainkan PUBG Mobile, settingan grafis langsung diatur hingga High Frame Rate dengan Anti-Aliasing Disable dan Shadows di enable.

Selama memainkan game tersebut dalam waktu yang cukup lama, sekitar 2 jam, saya tidak menemukan adanya lag. Gim berjalan dengan mulus, namun tak tampak dapat menyentuh 60 fps.

BACA JUGA
Sistem Fast Charging Terbaru Vivo Mampu Isi Penuh Baterai 4000 mAh Dalam 13 Menit

Namun, saat bermain di atas 2 jam, tangan mulai terasa kurang nyaman saat menggenggam A50s. Hal ini disebabkan oleh suhu panas yang dihasilkan dari bagian belakang smartphone.

Baterai

Baterainya pun harus diakui cukup irit. Selama dua jam bermain game, pengurangan baterai hanya mencapai 25 persen saja. Jadi, A50s dapat dimainkan dalam waktu yang cukup lama, jika Anda bisa tahan dengan panas dari perangkat ini.

Konektivitas dan Fitur Lainnya

Terakhir, hadirnya fitur NFC sangat membantu pengguna, terlebih untuk mengisi saldo uang elektronik melalui Samsung Pay. Sayangnya, fitur NFC di Indonesia masih belum mendukung Samsung Pay.

Selain itu, smartphone ini juga mengusung fitur kekinian lainnya, seperti sensor pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint) yang cukup responsif.

Kesimpulan

erdasarkan pengalaman, keputusan Samsung untuk meluncurkan A50s dan menghentikan produksi A50 merupakan hal yang cukup tepat. Peningkatan yang ada, terutama di kamera dan hadirnya fitur NFC menjadi sebuah godaan kuat untuk saya untuk membeli A50s ketimbang A50.

Harganya juga menarik, yakni seharga Rp4.099.000 untuk yang versi RAM 4GB dan penyimpanan 64GB. Sedangkan untuk yang versi RAM 6GB dan penyimpanan 128GB, dibanderol seharga Rp4.899.000 saja.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close