Telco

Tri Indonesia Tingkatkan Jaringan, Kini 8x Lebih Cepat

Techdaily.ID Tri Indonesia mengumukan telah meningkatkan kemampuan jaringannya dengan memasang teknologi terkini, yang memungkinkan koneksi internet berjalan 8x lipat lebih cepat dibandingkan saat jaringan 4G pertama diperkenalkan pada tahun 2016.

Selain peningkatan kecepatan, pada tahun 2019, Tri juga sudah memperluas jaringan andalnya dengan membangun lebih dari 9.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Jaringan 3 Indonesia sekarang sudah mampu menjangkau 200 juta pengguna di 300 kabupaten, 3.000 kecamatan, dan 33.000 desa di seluruh Indonesia.

BACA JUGA
Tri Luncurkan Paket Internet KeepOn, Bisa Buat Nonton Amazon Prime Video

“Upaya kami yang terus berlanjut didorong oleh satu misi, yaitu untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dengan cara membantu menyamaratakan akses internet bagi anak muda Indonesia,” kata Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, M. Danny Buldansyah.

Jaringan terbaru 3 Indonesia telah menggunakan teknologi 4,5G Pro terkini yaitu Massive MIMO 32T32R. Perangkat yang terhubung pada teknologi tersebut juga sudah siap untuk penerapan 5G, sehingga 3 sudah bisa menggelar teknologi 5G lebih cepat di masa depan.

Berdasarkan pengujian internal, sejumlah laporan independen, dan masukan dari mitra industri, jaringan 3 menunjukkan kinerja yang kompetitif dan di atas rata-rata industri dalam hal latency, kecepatan mengunggah, pengalaman menggunakan aplikasi suara dan video, serta ketersediaan jaringan 4G.

“Jaringan terbaru kami tidak hanya lebih cepat dan lebih luas tetapi juga lebih andal. Jaringan 3 kini memiliki kecepatan hingga 8x lebih cepat dan mampu menjangkau 200 juta pengguna,” ujar Chief Technical Officer 3 Indonesia, Desmond Cheung.

“Kami juga telah memasang sumber daya listrik cadangan (back-up power supply) di semua BTS dan memasang teknologi pemindahan jalur yang disebut ASON pada jaringan fiber kami yang terus bertumbuh. Ini artinya, jaringan 3 Indonesia dapat beroperasi lebih lama pada saat bencana alam atau situasi darurat lainnya seperti mati listrik atau gempa bumi,” pungkas Cheung. (HY)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close