News Science

  Apa Benar Virus Corona Datang Dari Luar Angkasa? Simak Teori ‘Ahlinya Ahli’ Yang Dianggap Ngawur Oleh Para Ilmuan

Techdaily.id – Satu teori liar yang muncul di internet menjelaskan virus corona berasal dari luar angkasa. Teori ini muncul dari, yang dikenal karena karyanya di bidang astronomi dan astrobiologi, yang menyebarkan gagasan bahwa virus itu hidup di sebuah komet dan sepotong batuan luar angkasa yang jatuh ke Bumi tepatnya di China pada Oktober 2019 lalu.

Ia melanjutkan bahwa komet yang jatuh itu membawa virus dan menyebabkan wabah. Dan kejadian ini bukan hal baru, di masa lalu, Wickramasinghe mengungkapkan hal serupa dengan proses kejadian yang sama tentang  sindrom pernafasan akut parah (SARS).

BACA JUGA
Gila, Peneliti Berambisi Bikin Wine di Planet Mars!
BACA JUGA
Redmi K30 Akan Segera Rilis Dipenghujung Maret 2020

Bahkan untuk memperkuat gagasan itu, ahli astronomi ini bahkan ikut menulis buku berjudul ‘Fred Hoyle’ pada 1970-an yang bisa disebut juga sebagai ‘Diseases from Space’ dan, selama beberapa dekade, beliau telah mencoba membuktikan bahwa penyakit seperti SARS atau influenza telah datang dari luar angkasa.

Pandangan itu tentu menimbulkan perdebatan, dikutip dari livescience para ilmuwan menolak mentah pandangan Wickramasinghe soal penyakit yang berasal dari luar bumi, dan gagasannya untuk sebagaian ilmuan dinilai ngawur bahkan diklaim sebagai pseudosains atau pandangan ‘sains buruk’.

“Faktanya sampai saat ini belum pernah terjadi virus yang dapat bertahan dari radiasi, apalagi virus ini berada dalam perjalanan panjang melalui ruang angkasa (apalagi perjalanan kembali ke Bumi) dan setibanya masih dapat menginfeksi manusia .Wickramasinghe sama sekali tidak memiliki bukti untuk mendukung klaimnya,” kata, astrobiolog Graham Lau.

Ternyata klaim Wickramasinghe soal penyakit yang bersumber dari luar bumi ini terkait dengan teori panspermia, teori yang sudah lama tapi tidak terbukti bahwa kehidupan di Bumi berasal dari bantuan mikroorganisme dan bahan biologis dari luar angkasa, kata Lau. Dan sementara belum juga ada bukti konkret bahwa panspermia telah terjadi di Bumi atau bahkan mungkin.

“Secara teoritis, bahan biologis dapat bertahan hidup di batu ruang angkasa, terus bertahan jika mereka terlindung dengan baik dari radiasi di luar angkasa dan selamat dari proses yang mempengaruhi Bumi,” tadas Lau. /IM

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close