Techlife

Mengungkap Tantangan Pendidikan di Era New Normal

Techdaily.id – Pandemi COVID-19 yang belum menunjukan adanya tanda-tanda akan berakhir menjadikan semua aspek kehidupan untuk bisa beradaptasi dengan sebuah trend yang biasa disebut sebagai New Normal. Tidak terkecuali di bidang pendidikan dengan tantangan Pendidikan di era New Normal yang siap menyapa para siswa serta orang tua murid.

BACA JUGA
Huawei Mate X Tidak Bisa Digunakan Saat Berada di Suhu -5°C?

Pandemi COVID-19 ini seakan memaksa para siswa untuk tak lagi bisa bertatap muka dengan guru mereka serta teman-teman sekelas mereka. Padahal, hal tersebut sangat berguna untuk membangun karakter mereka sejak usia dini.

Seperti diketahui, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, baru saja mengeluarkan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemik COVID19. Salah satu poin dalam panduan tersebut adalah larangan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka di 94% wilayah Indonesia yang berada di zona merah, orange, dan kuning. Di wilayah tersebut pembelajaran hanya boleh dilakukan secara online.

Pada sebuah kegiatan Talk Show virtual yang mengangkat tema “Sistem Pendidikan di Era New Normal” Kepala Bidang SD dan PKLK Provinsi DKI Jakarta, Momon Sulaeman mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di Jakarta sudah diberlakukan secara online sejak 16 Maret. Meski terdapat berbagai kendala, namun kegiatan tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan para siswa dan siswi serta para tenaga pengajar di DKI Jakarta.

“Sejak 16 Maret Dinas Pendidikan DKI Jakarta memutuskan untuk belajar di rumah. Secara prasarana DKI memang sudah oke, tetapi kendalanya juga banyak. Kami bekerja sama dengan beberapa layanan yang memungkinkan PBJJ, secara bertahap membentuk tim home learning, setiap hari menyiapkan konten yang disebarkan kepada seluruh guru,”ujarnya pada kegiatan tersebut (25/6).

Sementara itu, Febriati Nadira, selaku Perwakilan Orang Tua Murid menyebut bahwa selain masalah kedisiplinan, mempertahankan kualitas Pendidikan ke depan juga menjadi salah satu tantangan pendidikan di era New Normal. Apalagi tidak semua orang tua memiliki perangkat atau pemahaman digital yang sama.

tantangan pendidikan di era New Normal

“Tantangan kedepan itu lebih ke mempertahankan kualitas pendidikan, karena tidak semua orang tua memiliki perangkat atau pemahaman digital yang sama. Mungkin kita di Jakarta secara sarana dan prasarana mendukung, tapi di tempat lain belum tentu,” ujar Nadira.

Nadira juga berharap, kegiatan belajar mengajar secara virtual juga mampu memberikan kualitas pendidikan yang sama baiknya di setiap wilayah di Indonesia. “Dengan pembelajaran online ini harapan kita semua siswa mendapatkan kualitas pendidikan yang sama,”

BACA JUGA
Muncul di Geekbench, Ini Chipset Samsung Galaxy Z Flip 5G

Untuk menjawab tantangan pendidikan di era New Normal, Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie menyebut diperlukan sebuah teknologi atau platform yang cukup baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dari rumah.

“Solusi pembelajaran online idealnya tidak sekadar menjadi pusat literasi tapi juga menjadi platform yang bisa mengakomodir sistem pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, pembelajaran online bisa benar-benar menjadi solusi, karena comply untuk digunakan pada saat COVID19 ataupun setelahnya,”

Uffie menambahkan, pihaknya melihat bagaimana teknologi bisa men-deliver segala macam kompleksitas dari setiap materi pembelajaran agar mampu diserap oleh para siswa.

“Terkait new normal ini, kami dari kelas pintar melihat, bagaimana tantangannya aadalah dengan waktu yang sudah ditentukan, bagaimana semua materi dengan kompleksita yang ada bisa disampaikan kepada siswa agar tujuan dari pembelajarannya bisa tercapai. Nah disini diperlukan sebuah teknologi atau platform yang bisa mendeliver hal itu,” pungkas Uffie.

BACA JUGA
MIUI 12 Sudah tersedia, Sudah dapat?

Well, hadirnya sebuah teknologi di pada dunia pendidikan tentu diharapkan dapat mengatasi permasalahan semacam ini, baik untuk sekarang maupun di masa depan. Hanya saja, apakah para orang tua siswa mampu “membeli”sebuah teknologi yang mungkin punya harga relatif mahal.

Terlebih lagi Indonesia merupakan negara dengan kasus putus sekolah yang cukup tinggi dengan data per Juli 2019 menyebutkan bahwa total jumlah anak putus sekolah di 34 provinsi negara ini masih berada di kisaran 4,5 juta anak.

Tags

Arie

Humoris, Humanis dan Fantastis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close