Telco

‘Geber’ Semangat Startup di Tengah Pandemi, Telkomsel Hadirkan Tinc Batch 5

Techdaily.id – Telkomsel kembali menghadirkan program Tinc untuk menjaring para startup yang bergerak di berbagai bidang di Indonesia. Program rutin yang dimulai sejak tahun 2018 tersebut kini telah memasuki batch 5 pada pertengahan tahun 2020 ini. Tinc batc 5 sendiri hadir dengan sederet keunggulan dibanding batch sebelumnya.

BACA JUGA
Meriahkan Ramadhan, Tri Indonesia Ajak Pemuda Berwirausaha Sambil Beramal

Pada edisi tahun ini, program Tinc lebih berfokus pada pengembangan inovasi di bidang Internet of Things (IoT), machine learning, artificial intelligence, teknologi periklanan, financial technology (fintech), dan solusi berbasis digital lainnya sebagai penunjang penguatan ekosistem digital dalam setiap fase kehidupan masyarakat.

VP Corporate Strategy Telkomsel, Andi Kristianto mengungkapkan, pada batch kali ini program inkubasi tersebut berfokus pada pengembangan inovasi di berbagai vertikal. Mulai dari advertising technology, artificial intelligence (AI) & machine learning, Internet of Things (IoT), Fintech & Insurtech, Edutech, Healthtech, Meditech & Wellness, hingga logistic & supply chain.

“Pada Tinc Batch 5 2020, kami menargetkan untuk bisa berkolaborasi dengan para inovator lokal melalui beragam solusi digital dari berbagai daerah di Indonesia. Kami juga berkomitmen bahwa sebagai perusahaan telco, kami sangat mendukung digital bisnis yang pada obyektivitasnya untuk kemajuan Indonesia,”ujarnya saat Video Conferene pada platform Cloud X (07/7).

Seperti diketahui, Tinc sendiri merupakan bagian dari tiga pilar inovasi digital Telkomsel bersama The NextDev dan Telkomsel Mitra Inovasi (TIM). Ketiganya berperan penting sebagai sebagai platform yang dapat menjadi penyokong ekosistem digital Indonesia.

Bagi kamu para startup yang merasa terpanggil, tahap pendaftaran untuk Batch 5 ini secara resmi telah dibuka sejak 15 Juni 2020. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, kali ini Telkomsel berinovasi dengan menghadirkan Tinc Unique Values yang memberikan tiga manfaat lebih bagi peserta, yaitu Market Access, Go To Market and Sales Channels, serta Innovation Lab (Testing Lab IoT dan 5G, Sandboxing Platform, serta Development Kit).

Tinc Unique Values sendiri akan memperkuat proses pengembangan inovasi di dalam Tinc yang terdiri dari dua tahap, yaitu inkubasi (prototyping, proof of concept) dan akselerasi (piloting, commercial), dengan pelaksanaan yang berlangsung selama 3 sampai 12 bulan.

tinc batch 5

Setidaknya ditengah pandemi COVID-19 yang tengah melanda ini, terdapat beberapa Startup potensial yang berasal dari beberapa jenis usaha seperti Healthtech, Meditech, Wellness dan Edutech. Keempat startup ini dianggap potensial lantaran sangat mendukung ekosistem New Normal seperti saat ini.

BACA JUGA
Xu Zhijun Optimis China Ciptakan Jaringan 5G Terbaik di Dunia

Andi berharap, adanya program ini dapat lebih memaksimalkan potensi dari para startup di Indonesia yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. “Mudah-mudahan kontribusi dari kami bisa memajukan para innovator yang ada di luar sana.”

JALA Tech, Startup Unggul Jebolan Tinc

Tinc batch 5

Kemampuan program inkubasi ini menjaring banyak startup unggulan bisa dilihat dari hadirnya JALA Tech. JALA Tech sendiri merupakan startup dari ranah Agritech yang membantu petambak udang untuk memantau tambaknya menggunakan iOT.

Jala Tech bergerak di aquaculture technology yang membantu petambak udang memonitor tambak secara real-time dengan alat ukur kualitas air berbasis iOT dan membantu menganalisa data budidaya agar hasil budidaya lebih optimal. Tercatat, hingga kini sudah ada lebih dari 6000 petambak (user Jala) yang mayoritas dari Indonesia serta beberapa di negara lainnya seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Ecuador.

Liris Maduningtyas, CEO JALA mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu dengan program Tinc dari Telkomsel ini di mana startup tersebut merupakan salah satu peserta pada program Tinc batch ke-2.

“Di Batch 2 fokusnya ada di Agritech, memang masih di IoT tapi lebih membahas tentang Agriculture. Pada saat itu, kami mendapatkan banyak peningkatan dari segi mentoring dan tecnical. Kami juga mendapatkan fasilitas pengembangan untuk mengembangkan NB (Narrow Band) IoT. Jadi kita diberi ruang untuk mengembangkan produk dengan NB IoT yang difasilitasi oleh Telkomsel,”ujarnya.

Tidak sampai disitu, Telkomsel juga memperkenalkan JALA kepada beberapa potensial klien yang akan menggunakan produk mereka. “Jadi sampai sekarang pun masih berlanjut padahal sudah menjadi Alumni.”

Tidak hanya meningkatkan mutu dan jumlah panen udang para petani Tambak, kini JALA juga menjembatani para petani dalam urusan menjual hasil tambak mereka ke pasar lokal maupun internasional.

Tags

Arie

Humoris, Humanis dan Fantastis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close