Saturday, September 18, 2021
BerandaEnterpriseIBM Temukan Cara Deteksi Alzheimer

IBM Temukan Cara Deteksi Alzheimer

TechDaily.id – IBM memiliki cara untuk mendeteksi penyakit Alzheimer pada seorang penderita. Para peneliti dari IBM menggunakan machine learning untuk menemukan cara mendeteksi penyakit tersebut.

Para peneliti IBM ini memanfaatkan Penanda biologi untuk mendeteksi penyakit Alzheimer tersebut. Penanda ini  adalah sebuah peptida yang bernama amiloid-beta dimana keberadaan peptida itu bisa diketahui dengan sebuah tes darah.

Melalui penelitian IBM ini, diharapkan dapat menurunkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit ini karena mampu memperhitungkan risiko lebih detil sebelum gejala penyakit itu muncul.

Metode dari IBM ini juga bisa digunakan untuk mengetahui ancaman Alzheimer lebih cepat dari metode pemindaian otak. Dengan ini, dokter akan bisa menolong pasien mereka dengan lebih baik. 

Menurut sebuah studi yang dirilis pada 2017, tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang mulai berubah beberapa puluh tahun sebelum gejala pertama Alzheimer muncul pada seseorang.

BACA JUGA
Anjing Peliharaan Tak Dirawat, Pria Ini Unggah Video Seks Pacarnya ke Snapchat

Orang-orang yang mengalami masalah kognitif dengan tingkat konsentrasi peptida yang tidak wajar di cairan spinal mereka memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih besar untuk terkena Alzheimer.

BACA JUGA
Ini 5 Produk Baru Lenovo untuk Pebisnis

Dilansir dari Engadget, sayangnya proses pengambilan cairan spinal tidak hanya invasif tapi juga mahal. Ini tidak ideal untuk proses pendeteksian awal sebuah penyakit.

Apa yang para peneliti IBM coba lakukan adalah menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi protein pada darah untuk memperkirakan tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang. 

IBM berkata, ini adalah kali pertama machine learning digunakan untuk ini. IBM ingin untuk menggunakan AI untuk membantu para peneliti mengerti penyakit-penyakit seperti Alzheimer.

Tingkat akurasi dari machine learning ini hanya mencapai 77 persen, lebih rendah dari pengujian cairan tulang punggu.

Namun, metode ini masih ada dalam tahap awal. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan para peneliti akan mencoba untuk menemukan cara untuk menyembuhkan Alzheimer.

BACA JUGA
Baru 2 Tahun, Telkomsel Mitra Inovasi Kini Naungi Belasan Startup
Arie
Humoris, Humanis dan Fantastis
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi