Saturday, September 18, 2021
BerandaEnterpriseMenkominfo : Kembangkan Fintech Lewat Pola Pikir

Menkominfo : Kembangkan Fintech Lewat Pola Pikir

TechDaily.id – Menteri Komunikasi dan Informatika  (Menkominfo) Rudiantara menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan teknologi di tanah air, terutama finansial teknologi atau yang lebih dikenal dengan nama fintech. Teknologi terbukti mampu memberikan manfaat kepada masyarakat. 

Dilansir dari situs resmi Kementrian, Menkominfo menyebutkan bahwa untuk mengembangkan fintech terlebih dahulu kita perlu mengembangkan pola pikir.

“Yang perlu kita kembangkan adalah pola pikir. Kita harus berani mengambil langkah-langkah taktis menyikapi perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Lihat saja, startup-startup. Mereka berani mengambil langkah-langkah revolusioner untuk berubah, tidak perlu terlalu sistematis. Yang penting jalan idenya,” kata Menkominfo Rudiantara dalam Seminar Kolaborasi Milenial dan fintech Menyongsong Revolusi Industri 4.0  di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (09/03/2019). 

Menurut Menkominfo, meskipun terdapat kekurangan di berbagai sisi, namun ia percaya bahwa instrumen fintech akan terus disempurnakan ke depannya.  

Ia juga menyebut, teknologi dinilai hanya sebagai enabler, yang harus terus diperbaharui adalah pola pikir. “Teknologi itu bukan dewa. Teknologi hanya sebagai enabler saja,” ujarnya.

BACA JUGA
Palapa Ring, Infrastruktur Langit Versi Ma'ruf Amin
BACA JUGA
Sambut Lebaran, Cashbac Hadirkan Promo THR

Tidak sampai disitu, Menkominfo juga tengah menyiapkan talenta digital guna memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia.  Menurutnya, Indonesia dinilai masih banyak membutuhkan talenta digital untuk turut mengakselerasi perkembangan teknologi.

Jika berkaca dari data World Bank, Mckinsey, dan sebagainya, kebutuhan talenta digital di Indonesia sekitar 9 juta orang dari tahun 2015-2030 atau 600.000 orang dalam setahun.

“Sekarang belum terpenuhi. Kemkominfo mau bikin 20.000 orang, tapi kan ekosistem, fintech dan sebagainya juga bikin, tapi belum terstruktur. Kalau perkiraan saya, setahun belum sampai 100.000 orang, padahal kebutuhannya 600.000 orang. Jadi peluangnya untuk melakukan pendidikan di bidang digital itu masih tinggi,” jelas Menkominfo Rudiantara.

Pada kesempatan yang sama, Menkominfo juga memaparkan perkembangan ekonomi digital pada industri. Menurutnya tantangan yang dihadapi pada era ini sangat berbeda. “Apalagi pada 2030, Indonesia akan berada pada puncak bonus demografi dan kita harus menyiapkan infrastruktur beserta talenta digital agar Indonesia siap,” ungkapnya.

Arie
Humoris, Humanis dan Fantastis
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
BACA JUGA
Jelang Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Indosat Ooredo Pastikan Jaringan Stabil

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi