Sunday, November 28, 2021
BerandaTechlifeRide sharingPertahankan Predikat Aplikasi Ride Sharing No 1, Ini Rahasia Bos GOJEK

Pertahankan Predikat Aplikasi Ride Sharing No 1, Ini Rahasia Bos GOJEK

TechDaily.id – Founder dan CEO GOJEK Nadiem Makarim menyatakan bahwa pemahaman mendalam mengenai kebutuhan pasar dan karakter konsumen – atau dikenal dengan istilah local insights, serta kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam inovasi teknologi, menjadi salah satu strategi jitu GOJEK untuk terus memimpin pasar di Indonesia.

“Aplikasi GOJEK sangat berguna dan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Nadiem sekaligus mengutip data dari laporan App Annie bertajuk “The State of Mobile 2019” yang menyatakan bahwa GOJEK merupakan aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia, dan aplikasi on demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbanyak sepanjang 2018.

“GOJEK itu sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Istilah “gojek-in aja” bahkan sudah jadi kata kerja,” imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan temuan riset lembaga independen gobal, YouGov, yang menyatakan GOJEK menempati peringkat pertama atau top of mind di antara konsumen Indonesia saat ditanya merek aplikasi on-demand apa yang akan mereka gunakan.

GOJEK juga terus menduduki posisi nomor satu pada kategori Brand Impression, Nilai, Kualitas, Kepuasan, dan Rekomendasi di sektor on-demand, termasuk transportasi dan pesan antar makanan.

BACA JUGA
Menyoal Kekerasan Terhadap Penumpang, Ini Jawaban Grab

“Cara kami untuk terus menang di Indonesia adalah memahami apa yang pengguna kami perlukan dan mencarikan solusinya lewat teknologi. Perlu diingat bahwa perekonomian Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Artinya, jika kita menang di Indonesia – kita menang di Asia Tenggara,” lanjut Nadiem.

Sejak awal berdiri, visi GOJEK adalah menggunakan teknologi untuk memberikan solusi atas tantangan sehari-hari yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Hanya dalam waktu dua tahun, GOJEK mencatatkan pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) sebesar 13.5 kali lipat, mencapai US$9 miliar pada akhir tahun 2018.

“Menjadi yang paling besar itu penting, tapi bukan yang paling utama. Yang paling penting adalah dampak nyata yang GOJEK bawa bagi masyarakat luas,” kata Nadiem.

Sementara itu, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyatakan dalam risetnya, dampak GOJEK kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun di tahun 2018. Angka ini naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Ekosistem GOJEK di Indonesia dijalankan 1,7 juta mitra driver, 300.000 merchant GO-FOOD yang lebih dari 80 persennya merupakan industri UMKM, dan 60.000 penyedia layanan GO-LIFE.

BACA JUGA
Grab Jadikan Bajay Transportasi Online Untuk Pariwisata
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi