Saturday, May 21, 2022
BerandaTechlifeKolaborasi dengan Admedika, Prixa Hadirkan Solusi Kesehatan Berbasis AI

Kolaborasi dengan Admedika, Prixa Hadirkan Solusi Kesehatan Berbasis AI

Techdaily.id – Prixa sebagai platform digital kesehatan menjalin kolaborasi secara strategis untuk menciptakan ekosistem yang terhubung bersama AdMedika. Kolaborasi ini diharapkan bisa menyederhanakan proses bisnis antara klien dan Prixa.

BACA JUGA
Begini Cara Mendapatkan Hadiah di Event Spesial LINE Gundam Wars x Hello Kitty

Klien bisa dengan mudah menikmati fitur canggih berupa symptom checker, telekonsultasi dan pesan-antar farmasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam satu platform.

“Prixa hadir untuk memudahkan konsumen mengakses layanan kesehatan dasar dengan bantuan teknologi AI (Artificial Intelligence). Melalui ekosistem yang dimiliki Prixa, konsumen bisa memanfaatkan fitur telekonsultasi, pesan-antar farmasi, tes lab sesuai permintaan, rujukan ke fasilitas perawatan tersier, dan mengakses konten terkait kesehatan. Kami akan lebih fokus pada pesan-antar farmasi dengan memberdayakan big data dan solusi digital dengan tujuan menciptakan generasi data yang lebih real-time, membangun nilai holistik yang berorientasi kepada pasien agar masyarakat Indonesia bisa mengikuti transformasi digital yang sedang berjalan ini dengan nyaman,” ujar James Roring, CEO & Co Founder Prixa.

BACA JUGA
Harga OPPO A5s Termurah di E-Commerce (November 2020)

Dengan kolaborasi strategis ini, Prixa berharap bisa menjadi salah satu jawaban dari perjalanan kesehatan sekaligus meningkatkan pertumbuhan digitalisasi Indonesia. Prixa berkomitmen untuk menjadi ekosistem perawatan digital yang komprehensif dengan penyediaan pelayanan kesehatan primer online seperti telekonsultasi, penjadwalan online, pesan-antar farmasi, tes lab sesuai permintaan, dan konten terkait kesehatan.

Sekadar informasi, beberapa sektor startup termasuk healthtech mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan. Berdasarkan laporan Google, Temasek dan BAIN yang bertajuk eConomy SEA 2020 menyebutkan nilai ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11 persen dibandingkan tahun 2019.

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) juga memperkirakan sekitar 37 persen dari konsumen digital Indonesia tahun 2020 merupakan konsumen baru yang beralih ke layanan digital akibat pandemi Covid-19. Bahkan, pada 2022, Frost & Sullivan Digital Market Overview Indonesia memproyeksikan pendapatan kesehatan digital bisa mencapai US$ 726 juta dengan tingkat pertumbuhan 60% per tahun.

Arie
Humoris, Humanis dan Fantastis
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi