Thursday, February 2, 2023
BerandaFeatureAnalisisTidak Mudah, Ini Proses Smartphone Menghasilkan Foto Portrait yang Bagus

Tidak Mudah, Ini Proses Smartphone Menghasilkan Foto Portrait yang Bagus

Techdaily.id – Apakah kamu pernah membuat foto portrait di smartphone? Jika iya, tahukah kamu bagaimana proses smartphone menghasilkan foto portrait yang bagus dan sesuai dengan selera kamu? Sejatinya, hal tersebut membutuhkan sebuah proses yang tidak mudah dan bukan hanya dipengaruhi oleh resolusi kamera semata. 

BACA JUGA
Fitur Unggulan Snapdragon 888, Sebagus Apa?

Pasalnya, terdapat peran dari beberapa bagian lain seperti SoC di smartphone tersebut yang bertugas untuk mengolah gambar menjadi sebuah foto portrait yang sedap dipandang. 

Pada ulasan kali ini, kami akan mengajak kamu untuk menyelami lebih dalam perihal proses smartphone menghasilkan sebuah foto portrait atau bokeh. Di sini juga kamu akan mengetahui unsur-unsur yang ikut berperan dalam terciptanya sebuah foto portrait yang bagus dan artistik. 

Foto Portrait Pada Kamera Smartphone Dihasilkan Oleh Tiga Elemen Penting

Sebelum kita masuk kedalam proses smartphone menghasilkan foto portrait, ada baiknya kita pahami dulu elemen-elemen yang mempengaruhi terjadinya foto portrait tersebut. Sejatinya, sistem pencitraan pada kamera smartphone merupakan sebuah penyederhanaan dari proses kamera profesional atau DSLR.

“Sistem pencitraan kamera smartphone berbeda dengan sistem pencitraan kamera DSLR. Algoritma smartphone merupakan penyederhanaan dari algoritma kamera profesional,” ujar PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto saat menjelaskan kepada tim Techdaily.id beberapa waktu lalu.

Aryo menambahkan, Pada kamera DSLR membutuhkan beberapa proses untuk menghasilkan foto portrait yang bagus. Mulai dari proses pengambilan gambar dari kamera, pemilihan lensa yang tepat dengan diafragma dan focal length yang sesuai, pencahayaan tambahan untuk mengurangi tingkat noise hingga proses penyuntingan atau editing setelah foto tersebut diambil. 

Proses Smartphone Menghasilkan Foto Portrait

Sedangkan pada kamera smartphone, proses ini disederhanakan oleh Kecerdasan Buatan (AI) melalui konsep Computational Photography. Nah, terdapat tiga elemen penting untuk menerapkan konsep ini dan menghasilkan foto portrait yang rapi, minim noise, tajam dan memiliki unsur artistik. Ketiga elemen tadi yakni Sensor kamera terbaru seperti misalnya sensor yang sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan,  Operating Sistem, dan NPU pada prosesor.

Sensor kamera merupakan sebuah sensor yang digunakan pada smartphone tersebut untuk melakukan pencitraan image. Jika kamu pernah mendengar nama SONY IMX dan OMNIVISION, itu merupakan jenis-jenis sensor kamera yang biasa digunakan pada kamera smartphone. 

Sensor inilah yang mempengaruhi hasil foto pada kamera smartphone khususnya dalam hal brightness, tingkat ketajaman dan jumlah Megapiksel yang disediakan pada kamera tersebut. Sensor kamera yang baik harusnya juga sudah dilengkapi dengan AI yang tentunya bisa menyesuaikan warna dari objek khususnya skin tone.

Operating System atau sistem operasi seperti Android memiliki sebuah algoritma khusus yang berpengaruh pada kamera smartphone. Algoritma ini juga akan disesuaikan dengan UI dari produsen smartphone seperti ColorOS pada perangkat OPPO. Makanya, tidak heran jika terjadi pembaruan versi ColorOS dan versi Android pada smartphone OPPO, tentu sedikit banyak akan mempengaruhi fitur dan hasil foto portrait dari kamera smartphone tersebut.

BACA JUGA
Cara Matikan Autocorrect di HP Samsung

Selanjutnya adalah NPU yang merupakan salah satu part yang ada pada System on a Chip (SoC) NPU adalah suatu prosesor yang mampu meniru persepsi dan kesadaran manusia. Jika pada chipset milik Qualcomm, NPU ini bernama Image Signal Processor (ISP) yang bertanggung jawab untuk urusan pengolahan gambar. 

Nah, NPU ini yang bertanggung jawab untuk mengolah foto yang dihasilkan. Mulai dari mengoptimalkan tingkat kecerahan, melakukan penggabungan beberapa tingkatan frame dengan teknologi HDR hingga melakukan pemisahan gambar untuk mengurangi noise yang dihasilkan dari foto tersebut. Singkatnya, NPU ini bertanggung jawab pada proses pasca produksi setelah kamu mengambil foto dari smartphone. 

Sebagai salah satu produsen yang mengedepankan hasil kamera smartphone, OPPO bahkan telah mengembangkan sebuah NPU sendiri yang bernama MariSilicon X. Dengan NPU ini, hasil foto pada kamera smartphone menjadi lebih tajam, warna lebih netral dan tidak yellowish serta mampu menghasilkan foto yang minim noise khususnya pada kondisi pencahayaan kurang. 

Sebagai catatan, tidak semua produsen smartphone memiliki NPU sendiri sehingga mereka mengandalkan NPU yang tersedia pada SoC di smartphone mereka sehingga foto yang dihasilkan sedikit banyak bergantung pada jenis chipset yang digunakan oleh ponsel tersebut.

Proses Smartphone Menghasilkan Foto Portrait yang Bagus

Seperti yang sudah kami bahas di atas, terdapat proses rumit yang dilakukan oleh smartphone kamu dalam menghasilkan foto portrait yang bagus. 

Sekadar informasi, salah satu syarat terciptanya foto bokeh adalah dengan memanfaatkan focal length yang panjang. Sebagai contoh, ketika kamu menggunakan kamera profesional dengan lensa berukuran 70-200mm, kamu bisa mendapatkan sebuah foto bokeh dengan menempatkan focal length pada titik terpanjang dari lensa tersebut, yakni 200mm. 

Dikarenakan kamera smartphone pada awal kemunculannya tidak memiliki focal length yang cukup panjang, maka dibutuhkan setidaknya dua lensa untuk menciptakan sebuah foto bokeh atau portrait. Lensa utama yang biasanya memiliki sensor lebih besar berperan untuk memotret objek dengan jernih dan fokus yang tajam, sedangkan lensa kedua yang cenderung memiliki resolusi lebih rendah bertugas untuk memotret bagian background dan berfungsi sebagai depth sensor atau sensor kedalaman. Intinya, dalam sebuah pengambilan foto menggunakan mode portrait, setidaknya terdapat dua frame foto atau lebih yang dihasilkan. 

BACA JUGA
Begini Cara Download Video di Twitter Tanpa Aplikasi

Setelah itu, NPU pada SoC di smartphone mulai bekerja. Seperti yang dijelaskan di atas, NPU akan bertanggung jawab untuk urusan pengolahan gambar. NPU ini juga bertugas untuk menggabungkan beberapa frame foto yang hasilkan oleh kamera smartphone tadi dan mengolahnya menjadi kesatuan frame dan menjadi sebuah foto portrait.

Setidaknya terdapat tiga tahapan dalam proses pengolahan gambar oleh NPU ini seperti Adaptive Brightness Enhancement yang memastikan rasio sinyal terhadap noise berada pada level optimalnya. Kemudian ada pula proses Adaptive Dynamic Range yakni sebuah proses penggabungan beberapa tingkatan frame dengan teknologi HDR. Proses ini akan menyeleksi semua bagian terbaik yang ada pada frame foto. Mulai dari tingkat ketajaman objek, warna yang paling sesuai dan tentu saja bagian terkecil pada frame tersebut yang minim noise.

Tahapan terakhir yang dilakukan sebelum foto portrait bisa di preview pada layar ponsel kamu adalah Adaptive Noise Reduction yakni sebuah proses pemisahan gambar untuk meminimalisir noise pada foto tersebut. Setelah melewati tiga tahapan proses ini, barulah terjadi sebuah fusion atau penggabungan dari beberapa frame tadi menjadi sebuah kesatuan frame foto portrait yang indah dengan background blur yang natural. 

Proses Smartphone Menghasilkan Foto Portrait

Akan tetapi, pada awal diterapkannya mode ini di kamera smartphone, terdapat hasil foto portrait yang cenderung memiliki efek blur yang kurang rapi, khususnya pada saat pemisahan antara bagian rambut model dengan background. Efek bokeh dari foto tersebut juga tampak tidak natural dan terkesan dibuat-buat. 

Guna mengatasi hal tersebut, produsen smartphone pun berbenah dengan menghadirkan beberapa terobosan mulai dari menggunakan lensa kamera dengan diafragma lebar hingga meningkatkan algoritma AI pada kamera smartphone mereka. Dengan adanya AI, proses pengenalan objek dan background menjadi lebih rapi, tingkat fokus yang lebih cepat dan tentunya berdampak pada efek blur yang lebih natural. 

BACA JUGA
Ini Daftar Promo di Penjualan Perdana OPPO A95

Dengan bantuan AI pada kamera, foto portrait yang dihasilkan pun menjadi lebih berkarakter. Hal ini lantaran teknologi kecerdasan buatan tersebut bisa mengenali berbagai hal mulai dari kondisi pencahayaan saat foto diambil, objek yang di foto, tingkat kontras, shadow, saturasi bahkan menyesuaikan warna kulit objek dengan warna asli dari model yang di foto.

BACA JUGA
Review Desain OPPO A77s, A Series Rasa Reno!

Tidak puas dengan hal ini, produsen smartphone bahkan meningkatkan fungsi dari AI kamera mereka dengan menghadirkan beberapa fitur menarik dalam bentuk filter kamera. Salah satunya adalah OPPO yang menghadirkan filter unggulan seperti AI Color Portrait dan Bokeh Flare Portrait pada seri OPPO Reno6. 

Dua filter unggulan tadi nyatanya membuat foto portrait yang dihasilkan menjadi lebih artsy dan kaya warna. AI Color Portrait misalnya, filter ini dengan cerdas mampu mengenali objek manusia dengan sangat baik. Filter ini membuat latar belakang menjadi hitam dan putih sekaligus menjaga objek manusia tetap dalam warna yang sebenarnya. 

Filter ini menampilkan warna yang sangat jelas dan kontras sehingga membuat hasil foto terlihat seperti sebuah karya seni yang menjadi tren di kalangan anak muda. Tidak sampai disitu, teknologi AI pada fitur ini juga secara alami memisahkan objek manusia dan background dengan rapi dan sangat presisi.

Sedangkan Bokeh Flare Portrait merupakan sebuah filter yang mampu menangkap setiap emosi manusia dalam sebuah portrait yang sempurna. Beragam momen portrait yang bisa dilakukan dengan smartphone ini antara lain meliputi Calmness, Craving, Entrancement, Interest, Nostalgia, Romance, atau Appreciation.

Bokeh Flare Portrait juga didukung oleh algoritma Low Light HDR dan algoritma bokeh yang akan menghasilkan efek lampu artistik sebagai latar belakang subjek foto.

OPPO sendiri sejatinya akan meluncurkan smartphone baru pada seri Reno dalam waktu dekat ini. Menurut kabar terakhir yang berhasil kami himpun, OPPO akan menggunakan sensor kamera terbaru hasil pengembangan bersama dengan Sony di seri Reno selanjutnya. 

Sensor yang bernama IMX 709 ini juga kabarnya menjanjikan 60% peningkatan sensitif cahaya dan pengurangan noise sekitar 35% ketimbang seri Reno6. Sensor ini juga sudah dikembangkan selama tiga tahun dengan melibatkan 300 insinyur, 87 paten dan investasi yang sudah mencapai 1,5 juta dollar. 

Buat kamu yang penasaran dengan sensor terbaru yang sudah merogoh kocek hingga 1,5 juta dollar ini, kamu bisa menyimak ulasan kami selanjutnya terkait kelebihan sensor Sony IMX 709 serta hasil foto nya.

Arie
Humoris, Humanis dan Fantastis
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi