Wednesday, December 1, 2021
BerandaLife StyleReview JUUL, e-cigarette Pengganti Rokok Konvensional

Review JUUL, e-cigarette Pengganti Rokok Konvensional

TechDaily.id – Minat masyarakat Indonesia akan rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan nama e-cigarette kian hari kian tinggi saja. Minat besar ini didasari oleh kemudahan penggunaan serta kelebihan lain seperti tidak adanya abu rokok seperti yang ada pada rokok konvensional. Banyaknya ulasan mengenai produk rokok eletronik dengan keyword review JUUL, review pods dan semacamnya juga cukup menarik minat para perokok aktif di Indonesia yang jumlahnya sudah mencapai 67 juta pengguna.  

Penggunaaan rokok elektrik ini juga diklaim mampu mengurangi bahaya rokok karena didalamnya tidak terkandung zat berbahaya seperti Tar yang biasa ada pada rokok konvensional. 

Minat tinggi serta hadirnya pemain besar seperti JUUL Labs asal Amerika Serikat di pasar Indonesia membuat kami penasaran dan memutuskan untuk membelinya sebagai bahan review yang bisa jadi kedepannya punya porsi seperti halnya wearable device. 

Karena ini merupakan yang pertama buat kami, jadi review JUUL versi kami akan dimulai dari segi desain hingga masa pakai katrid yang dimiliki. 

Desain

Review JUUL yang pertama masuk ke dalam segi desain, e-cigarette yang satu ini memang punya kelebihan dari sisi ini, berbeda dari rokok konvensional atau rokok elektrik lainnya, desain JUUL memang cukup simpel dan tidak ‘makan tempat’. Rokok elektrik yang satu ini memiliki tinggi berkisar seperti telunjuk orang dewasa, dengan lebar kurang dari lima cm dan bobot kurang dari 5 gram. Dengan dimensi seperti itu, sudah barang tentu JUUL mudah dibawa kemanapun dan kapanpun. 

Nilai tambahnya, pengguna tidak perlu repot membawa korek api karena produk ini sudah langsung bisa digunakan dengan memanfaatkan baterai yang tertanam di dalamnya. 

Masa Pakai Katrid

Review JUUL
review JUUL

Tidak seperti rokok elektrik jenis lainnya, JUUL menganut sistem close circuit yang sederhananya tidak bisa diisi ulang cairan liquid sehingga jika sudah habis, maka pengguna harus mengganti baru katrid pada pods ini.

Pihak JUUL mengklaim, hal ini dimaksudkan agar tidak ada penyalahgunaan produk mereka dengan mengganti isinya dengan cairan lain yang berbahaya dan dilarang seperti Narkotika. Cukup masuk akal memang, tapi hal ini tentu akan menambah cost dari pengguna karena harus terus mengganti katrid dari e-cigarette ini dalam waktu singkat. 

Pada review JUUL kali ini, kami coba langsung menguji masa pakai dari katrid mereka yang diklaim setara dengan sebungkus rokok konvensional. 

Katrid ini dijual terpisah dengan harga Rp. 100 ribu dan kalian akan mendapatkan dua katrid dalam satu kemasan. Terdapat empat pilihan flavour yakni Mint, Mango, Virginia Tobbaco dan Vanilla. Sementara untuk kadar nikotin didalamnya, terdapat dua pilihan yakni 5mg dan 3mg. Untuk review JUUL kali ini, kami menggunakan katrid dengan Flavour Mango dengan kadar nikotin sebesar 3mg. 

Sebagai Daily User, kami menggunakan JUUL untuk pemakaian sehari-hari dan katrid ini hanya bertahan selama 3 hari saja dan tidak bisa diisi ulang. Hal inilah yang jadi perhatian kami karena menjadikan e-cigarette ini tidak efisien. 

Pasalnya, pengguna harus membeli katrid lagi dengan harga diatas, alih-alih mengisi ulang dengan saltnic yang punya harga lebih terjangkau. 

BACA JUGA
Fitur Terjemah ‘Real-Time’ Di Google Translate Sudah Tersedia

Baterai

Review JUUL selanjutnya masuk ke menu baterai. Yap, baterai jadi sebuah unit yang sangat penting bagi e-cigarette karena tanpa baterai, maka perangkat tersebut tidak ada gunanya. E-cigarette ini menggunakan baterai yang tidak bisa dilepas, sehingga jika baterai tersebut rusak, maka pengguna harus membeli perangkat baru. 

Pods ini punya baterai berkapasitas 200mAh, cukup kecil untuk seukuran rokok elektrik. Namun, kapasitas yang kecil ini mungkin dimaksudkan agar body JUUL tidak terlampau besar, sehingga nyaman disaku.

Pada paket pembelian, kami menerima charger dari pods ini berbentuk dongle USB yang punya arus tegangan hingga 2.5A. 

BACA JUGA
Sri Mulyani: Grab Hidupkan Optimisme terhadap Teknologi Digital

Selain itu, terdapat indikator warna pada perangkat JUUL ini, jika berwarna hijau, maka perangkat ini punya baterai mulai dari 50%-100%, warna kuning menandakan kapasitas baterai kurang dari 50% dan warna merah menandakan kapasitas baterai kurang dari 25%. Jika sudah berwarna merah, maka power dari e-cigarette ini akan melemah dan kami rasa “kurang nendang”. 

Kami menguji perangkat ini dengan pemakaian yang sering dan mendapatkan baterai perangkat ini hanya bertahan kurang lebih setengah hari pemakaian.

BACA JUGA
Cara Menyembunyikan Status Online di Facebook Messenger

Kami membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mengisi ulang perangkat ini dari nol hingga penuh. Jadi, kami menggunakan perangkat ini dari pagi hingga sore hari, untuk kemudian mengisi ulang baterai di malam hari. Namun patut diingat, kita tidak bisa meninggalkan perangkat ini dalam kondisi mengisi daya terlalu lama, karena kami belum mengetahui apakah sudah terdapat teknologi pengamanan ketika baterai sudah terisi penuh. So, tunggu hingga sekitar satu jam saja ya. 

Kesimpulan

Menurut kami perangkat ini cukup layak jadi opsi jika kamu ingin berpindah dari rokok konvensional ke rokok elektrik. Namun jika kamu merasa satu set perangkat ini terlalu mahal, kamu bisa mencari e-cigarette lainnya yang lebih terjangkau dan sesuai dengan selera kamu. Menurut kami kelebihan dari perangkat ini karena JUUL sendiri punya official store, sehingga kamu bisa mencicipinya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. 

Arie
Humoris, Humanis dan Fantastis
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi