Tuesday, September 21, 2021
BerandaEnterpriseStartup Durianpay Terima Pendanaan US$ 2 Juta Dipimpin Investor Surge

Startup Durianpay Terima Pendanaan US$ 2 Juta Dipimpin Investor Surge

Techdaily.id – Platform solusi pembayaran PT Durian Pay Indonesia (Durianpay) mengumumkan telah memperoleh pendanaan sebesar US$2 juta, yang dipimpin oleh Surge dari Sequoia Capital India bersama AC Ventures, Kenangan Fund dan angel investor lainnya.

Durianpay adalah penyedia pembayaran secara menyeluruh di Indonesia yang memungkinkan berbagai usaha untuk tumbuh dan berkembang melalui sebuah solusi satu atap untuk proses checkout mudah, serta API dan dasbor modern yang mudah terintegrasi.

Meskipun telah terjadi peningkatan volume transaksi e-commerce yang signifikan di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, industri solusi pembayaran di Indonesia masih terfragmentasi, manual, dan belum optimal. Hal ini sering menyebabkan tingkat drop off yang tinggi pada saat checkout pembayaran, proses verifikasi dan rekonsiliasi bagi merchant yang masih manual, dan rawannya kesalahan serta penipuan.

Didirikan pada tahun 2020 dengan kantor pusat di Indonesia dan Singapura, Durianpay melihat peluang yang signifikan untuk meluncurkan layanannya di Indonesia dan memungkinkan usaha  dari skala kecil hingga besar untuk mendapatkan keuntungan dari sistem pembayaran yang mudah dioperasikan, utuh, dan terintegrasi secara penuh.

BACA JUGA
Telkom Perkenalkan BigBox, Platform Big Data yang Terintegrasi dan Kaya Insight !
BACA JUGA
Bhinneka.Com Kenalkan Program Bhinneka Purnakarya Rangkul Generasi YOLD di Indonesia

Durianpay sebagai agregator pembayaran bekerja sama dengan beberapa payment gateway dan penyelenggara transfer dana dalam membangun solusi-solusi yang dibutuhkan beragam jenis usaha seperti fitur rekonsiliasi otomatis, fitur link pembayaran instan, fitur promo dan berbagai fitur lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalisasi transaksi antara penjual dan pembeli. Melalui integrasi tunggal, Durianpay menawarkan bisnis dan developers akses ke pilihan pembayaran yang lebih luas serta interface tanpa kode, sehingga bisnis dapat membuat alur kerja yang menempatkan infrastruktur pembayaran secara otomatis. Checkout dan pembayaran kini sepenuhnya dapat disesuaikan secara langsung oleh merchant.

Dengan solusi pembayaran dari Durianpay, bisnis memiliki kemampuan untuk mengubah infrastruktur pembayaran mereka tanpa memerlukan intervensi dari pihak eksternal. Hal ini juga mencakup kemampuan untuk menghubungkan solusi pihak ketiga untuk pendeteksian penipuan, Know Your Customer, CRM atau Business Intelligence secara langsung ke dalam sistem tanpa menimbulkan beban tambahan pada tim produk, keuangan, atau teknologi. Sejak diluncurkan, Durianpay telah diadopsi oleh lebih dari 15 usaha di Indonesia dengan memanfaatkan inovasi seperti pembayaran terpisah dan penyelesaian multi-cabang.

BACA JUGA
Banyak Perdagangan Bitcoin yang Palsu?
BACA JUGA
Menkominfo : Kembangkan Fintech Lewat Pola Pikir

“Durianpay menawarkan solusi satu atap bagi beragam jenis usaha di kawasan untuk mengelola proses pembayaran mereka secara lebih baik. Kami membangun produk dan solusi pembayaran kami dengan mempertimbangkan aspek bisnis dan pengembang, dengan visi untuk memodernisasi pembayaran dengan menyediakan pengalaman produk generasi terbaru yang aman dan mudah disesuaikan,” ungkap salah satu pendiri Durianpay, Natasha Ardiani.

Durianpay didirikan oleh Antara Sara Mathai, Kumar Puspesh and Natasha Ardiani pada September 2020 di Jakarta. Antara Sara telah memimpin tim produk di berbagai perusahaan  dalam bidang FinTech dan SaaS, termasuk Citrus Pay dan OnlinePajak. Puspesh sebelumnya telah mendirikan Moonfrog, salah satu perusahaan pengembangan game ternama di India. Natasha meluncurkan bisnis pembayaran digital ShopeePay dan Shopee PayLater Indonesia, serta memimpin bisnis pinjaman dan penagihan di Ovo.

Durianpay merupakan bagian dari kohort kelima Surge, yang terdiri dari 23 perusahaan yang telah mengembangankan solusi digital terkini yang membantu perusahaan dan individu untuk hidup, bekerja, dan belajar secara lebih baik di kawasan Asia Tenggara yang kian berubah secara cepat.

BACA JUGA
Bukan Indonesia, Ini Negara Paling Berpeluang Jadi Pabrik Apple
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
BACA JUGA
Banyak Perdagangan Bitcoin yang Palsu?

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi