Wednesday, September 22, 2021
BerandaScienceNews ScienceStres Akibat Perjalanan Luar Angkasa Bangkitkan Virus yang 'Tertidur'

Stres Akibat Perjalanan Luar Angkasa Bangkitkan Virus yang ‘Tertidur’

TechDaily.id – Kajian dalam Frontiers in Microbiology memnyimpulkan bahwa stres yang dialami astronot akibat penerbangan luar angkasa dapat melemahkan sistem imunitas tubuh dan membangkitkan lagi virus yang ‘tertidur’, seperti herpes.

“Aktifnya kembali virus laten selama penerbangan luar angkasa yang panjang dapat meningkatkan risiko medis selama misi-misi eksplorasi mendalam luar angkasa,” ujar pemimpin penelitian Satish K. Mehta dari Laboratorium KBR Wyle di Pusat Luar Angkasa Johnson, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Sputnik News pada Rabu (20/3/2019).

Sebelum sampai pada kesimpulan tersebut, penelitian yang melibatkan lima peneliti Pusat Riset Badan Luar Angkasa Nasional AS (NASA) dan University of Colorado itu melakukan riset terhadap 89 astronot, dan 6 diantaranya positif terkena virus herpes.

“Hanya enam astronot yang memunculkan gejala-gejala tersebut karena aktivasi kembali (virus) yang menyebar luas dengan cepat,” sambung Mehta.

BACA JUGA
Ayo Buruan Daftar SpaceX Gelar ‘Opentrip’ Wisata Luar Angkasa

Meskipun kebangkitan virus tersebut hanya dialami oleh sedikit responden, namun hal ini menjadi perhatian NASA untuk lebih memperhatikan kondisi psikis para astronotnya.

Pada riset tersebut, disebutkan pula perkiraan munculnya virus di tubuh astronot selepas kembali ke Bumi, yaitu sekitar satu bulan.

BACA JUGA
Venus Bukan Planet Terdekat Ke Bumi

“Para astronot NASA berada pada kondisi mikro-gravitasi dan terpapar radiasi kosmik selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan, belum lagi kekuatan tekanan gravitasi ketika mereka lepas landas ataupun kembali memasuki Bumi,” ujarnya.

Selain munculnya virus, Mehta juga mengatakan bahwa para astronot yang kembali ke Bumi setelah penerbangan antariksa kerap merasakan tekanan akibat pemisahan sosial karena harus menjalani karantina, hingga gangguan pada siklus tidur.

Imbasnya, rangkaian pemicu stres itu memaksa tubuh astronot untuk memproduksi hormon seperti kortisol dan adrenalin yang berperan penting dalam modulasi respons imunitas manusia.

“Virus-virus herpes telah berkembang dalam diri manusia selama ribuan tahun dan menggunakan strategi canggih untuk menghindari respons imun tubuh inang,” tegas Mehta.

BACA JUGA
Daftar Negara Sudah Dapat Vaksin Covid-19, Indonesia Termasuk!
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi