Wednesday, December 1, 2021
BerandaLife StyleTerminal 1 dan 2 Soetta Ganti Baju Jadi Terminal Pegipegi dan Traveloka....

Terminal 1 dan 2 Soetta Ganti Baju Jadi Terminal Pegipegi dan Traveloka. Kok Bisa?

Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi Terminal Traveloka. Sementara Terminal 1 menjadi Terminal Pegipegi. Hal itu seiring dengan kerja sama co branding Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan perusahaan travel agent online tersebut. Kerja sama co-branding tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.

“Bekerja sama dengan Angkasa Pura II, kami menjadikan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta bertajuk Gateway to Experiences yang akan memberikan pengalaman terbaik bagi semua orang,” ujar CMO Transport Traveloka Dionisius Nathaniel

Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kini telah berusia 27 tahun, termasuk dalam daftar 20 bandara tersibuk di dunia. Bandara yang didesain khusus dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern ini, setiap tahun dapat mengakomodasi hingga 63 juta penumpang. Traveloka, perusahaan teknologi penyedia jasa travel dan lifestyle booking platform terdepan di Asia Tenggara, secara resmi memperkenalkan Terminal 2 Traveloka, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, sebagai terminal bandara kolaboratif pertama di dunia sebagai wujud rasa cinta dan apresiasi terhadap Indonesia.

BACA JUGA
7 Rekomendasi Smartbrand Terbaik 2020

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka berlangsung untuk periode tertentu serta hanya terkait aspek komersial, bukan operasional.

“Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan 80 persen dari ruang komersial yang ada di terminal. Kerja sama ini juga tidak berdampak pada berubahnya nama terminal, hanya saja Pegipegi dan Traveloka memiliki hak penamaan di belakang nama terminal untuk dicantumkan misalnya di signage,” ujar Agus Haryadi. Agus Haryadi mengatakan model kerja sama co-branding seperti ini sudah lazim diterapkan di sektor pelayanan publik terutama di luar negeri. Di dalam negeripun sudah ada kerjasama serupa. Meskipun di dalam negeri, kerjasama serupa belum pernah ada sebelumnya.

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaru

Rekomendasi