Planet

Ada 2 Purnama, Ini 5 Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Techdaily.id – Oktober telah tiba, dan fenomena langit selalu menarik untuk disaksikan. Pada Oktober 2020 ini, terdapat banyak fenomena langit yang dapat kamu saksikan dari rumah, dengan mata telanjang maupun menggunakan bantuan alat optik. Penasaran kan? Berikut ulasan 5 fenomena langit menarik yang bisa kamu saksikan di bulan Oktober. Mulai dari dua kali bulan purnama, tiga hujan meteor, sampai mars yang akan mencapai jarak terdekat dengan bumi.

BACA JUGA
Daftar Drakor Terbaik Viu sampai Agustus 2020

2 Oktober 2020 – Bulan Purnama

Oktober 2020 diawali dengan fenomena Bulan purnama. Pada fase ini, Matahari-Bumi-Bulan berada segaris lurus di bidang tata surya. Urutan Bulan pertama sepanjang tahun kerap diberi nama sesuai dengan musim Bulan tersebut muncul. Bulan purnama ini akan menjadi yang pertama jatuh pada musim gugur 2020, karena itu diberi nama Harvest Moon.

Dilansir dari Kompas, Astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo mengatakan, di bulan Oktober 2020 ini ada fenomena langit yang khas, dimana dalam satu bulan akan terjadi dua kali bulan purnama. Berdasarkan perhitungan, Bulan purnama pertama terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2020 pada dini hari pukul 04.07 WIB. Sementara, bulan purnama kedua akan terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020 yaitu pada pukul 21.51 WIB. Jaraknya dari Bumi diperkirakan akan mencapai 405.000 km jauhnya.

3 Oktober 2020 – Konjungsi Bulan dengan Mars

Pernahkah melihat objem mirip bintang dengan warna kemerahan yang tidak berkelap-kelip di langit timur sekitar pukul 21.00 WIB? Kemungkinan besar, kamu sedang mengamati planet Mars. Dari malam ke malam, Mars memang semakin terang karena bergegas mencapai titik oposisi terhadap Matahari pada pertengahan Oktober mendatang. Pada 3 Okober, Bulan akan menemani mars, keduanya akan tampak berdekatan dan terjadi konjungsi. Pasangan langit ini akan terlihat mulai pukul 19.12 WIB pada ketinggian 7 derajat, di atas ufuk timur dan akan mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 00.41 WIB dengan ketinggian 77 derajat di atas ufuk utara. Keduanya akan menghilang saat fajar sekitar pukul 05.23 WIB pada ketinggian 17 derjata di ufuk barat.

14 Oktober 2020 – Konjungsi Bulan dengan Venus

Setelah melakukan pendekatan dengan Mars, Bulan akan berkonjungsi dengan tetangga Bumi lainnya yaitu Venus pada 14 Oktober mendatang. Pada tanggal ini menjelang matahari terbit, kita akan disuguhkan dengan dekatnya dua benda langit paling terang kedua dan ketiga, Bulan dan Venus. Dari langit Indonesia, pasangan ini akan mulai terlihat di langit pada pukul 03.20 WIB, 2 jam 12 menit sebelum matahari terbit, dan mencapai ketinggian 27 derajat di atas ufuk timur sebelum menghilang dari pandangan pada pukul 05.18 WIB. Bulan dan Venus akan berada di konstelasi Leo dan terpisah sejauh 4 derajat satu sama lain.

14 Oktober 2020 – Oposisi Mars

Mars akan berada di titik oposisi pada 14 Oktober. Pada tanggal ini, Matahari-Bumi-Mars akan berada segaris lurus di bidang tata surya. Dengan kata lain, dalam pandangan dari Bumi, Mars akan berada di arah yang berlawanan posisinya dari Matahari. Ketika Matahari terbenam, Mars baru akan terbit. Pada waktu yang sama ketika Mars melewati oposisi, planet itu juga melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi yang disebut perigee dan membuatnya tampak sangat terang dan besar. Waktu perigee Mars adalah waktu yang tepat untuk melakukan pengamatan karena berdekatan dengan Bumi di tata surya, dengan jarak 55 juta kilometer dari Bumi dan memiliki variasi terbesar dalam semua planet dalam jaraknya dari Bumi. Namun meski pada jarak terdekatnya dengan Bumi, para pengamat tetap harus melakukan pengamatan menggunakan teleskop.

BACA JUGA
Realme X50 Pro Siap Melenggang Di Indonesia

31 Oktober 2020 – Bulan Biru

Bulan biru atau blue moon akan terjadi pada 31 Oktober 2020. Meskipun disebut bulan biru, fenomena ini merupakan Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender. Dikarenakan pada 2 Oktober sudah terjadi Bulan purnama, maka purnama pada 31 Oktober disebut Bulan biru. Peristiwa Bulan biru terakhir terjadi pada 31 Maret 2018, sedangkan Bulan biru musiman berikutnya akan terjadi pada 22 Agustus 2021. Dua Bulan purnama relatif jarang terjadi dalam bulan kalender yang sama karena rata-rata sekali setiap 2,7 tahun. Pada saat Bulan mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Aries dan akan muncul paling tinggi di belahan Bumi utara. Bulan akan terlihat pada pukul 21.49 WIB dan berjarak 406.000 kilometer dari Bumi.

Nah, itulah 5 fenomena langit di bulan Oktober 2020 yang bisa diamati di langit secara langsung ataupun dengan bantuan alat optik. Fenomena mana yang paling kamu tunggu? (rin)

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close