Planet

Debu Bintang Tertua di Bumi Berhasil Ditemukan

Para peneliti berhasil menemukan debu bintang (stardust) yang diklaim sebagai material padat paling tua yang pernah ditemukan di Bumi. 

TechDaily.id – Seiring dengan berkembangnya teknologi, teknik-teknik baru memungkinkan para peneliti untuk menemukan obyek luar angkasa yang sebelumnya tidak diketahui.

Paling anyar, para peneliti berhasil menemukan debu bintang (stardust) yang diklaim sebagai material padat paling tua yang pernah ditemukan di Bumi.

Dilansir dari VOA News pada Selasa (4/2/2020), benda padat ini berukuran sangat kecil. Debu bintang itu diperkirakan terbentuk antara lima sampai tujuh miliar tahun lalu di kawasan Australia pada 50 tahun lalu bersamaan dengan jatuhnya sebuah meteorit.

Berdasarkan laporan dalam jurnal PNAS, debu kosmis itu ditemukan tahun 1969 di kota Murchison, negara bagian Victoria. Para pakar Amerika di Chicago Field Museum telah menyimpan sebagian dari obyek tersebut selama lebih dari 50 tahun.
Philipp Heck, kurator tentang meteorit memeriksa butir-butir halus yang terbentuk sebelum matahari muncul. Debu kosmis itu terperangkap dalam batu meteorit dan dianggap sebagai penunjuk waktu sebelum lahirnya Matahari.
“Ini adalah bukti kuat, debu bintang yang sebenarnya,” ujar Heck dalam sebuah pernyataan.
Ketika bintang-bintang atau Matahari yang pertama mati setelah bersinar selama dua miliar tahun, mereka meninggalkan debu bintang, yang kemudian membentuk bongkahan batu yang jatuh ke Bumi sebagai meteorit di Australia.
Para peneliti sebenarnya telah berhasil mengidentifikasi mereka sebagai bagian dari matahari kuno pada tahun 1987, hanya saja umurnya belum bisa ditentukan karena keterbatasan teknologi.
Di sisi lain, Heck dan rekan-rekannya belum lama ini menggunakan cara baru untuk mengukur umur debu kosmis itu, yang ternyata merupakan karbida silicon, bahan mineral yang terbentuk ketika suhu matahari mulai menurun.
Untuk memisahkan debu-debu kuno dari debu yang relatif lebih muda, para pakar melumatkan pecahan-pecahan meteorit menjadi semacam bubuk, yang kemudian dilarutkan dalam cairan asam, sehingga yang tersisa hanyalah partikel-partikel matahari kuno.
Ketika debu kosmis tersebar di antariksa, debu-debu itu terpapar sinar-sinar kosmis yang secara perlahan mengubah komposisinya. Inilah yang memungkinkan para peneliti untuk menghitung umur debu bintang tersebut.
Hasilnya, kini para peneliti telah berhasil mengetahui umur 40 butir debu bintang tersebut yang berada di kisaran 4,6 sampai 4,9 miliar tahun.

BACA JUGA
Teknologi AI Kini Bisa Pindai Wajah Dari Suara

Related posts:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close